SAY NO TO BONSAI…!!!

Agustus 20th, 2008

img_0335.jpgGw tau! Banyak yg nganggap ini terlalu berlebihan+terlalu khayal+terlalu naif+terlalu klise seperti slogan pemerintah “say no to drugs”. Gw juga tau, banyak yg mikir ini cuma kampanye panas – panasan seperti kampanye partai yg selalu menawarkan kemakmuran tapi ketika rakyat menagihnya barisan polisi akan tampak bekeringat gairah menghadang di gerbang departemen moral. Tapi senaif apapun ato sekhayal apapun, masalah ini tetap masalah yg g bisa dibiarkan gitu aja. Gw lagi ngomongin masalah tempat lw berdiri sehari-hari, tempat lw buang gumpalan sampah dari tubuh lw, yg disebut bagian dari metabolisme, tempat lw mengubur seseorang yg pernah bernafas, tempat semua material yg lw dapat hingga hari ini berasal. Yap! Gw lagi ngomongin lingkungan. Dimana lingkungan yg menjadi wadah bagi perkembangan kita, yg menampung pasrah semua tapak masalah yg kita tinggalin.

Smua tau dunia kita dalam keadaaan g baik-baik saja. TV dan koran udah mengulangnya berjuta kali. Alam semakin sekarat dan mulai mandul. G perlu lagi membicarakan berapa banyak pemusnahan hutan secara legal maupun ilegal, mengenai pembuangan limbah, pengerusakan habitat alami, penghancuran ekosistem secara membabi-buta, pergeseran rantai makanan secara ekstrim, terlalu sulit untuk dijelaskan satu persatu, yg semuanya mempunyai muara yg sama yaitu deretan bencana.

Tapi ketika semua menyadari akan tindakan yg harus dilakukan dalam rangka misi mulia penyelamatan lingkungan dan penyelamatan dari bencana, ada satu hal yg tertinggal dan g disadari. Ketika teman-teman dari walhi, greenpeace, wwf, atau apapun namanya sedang berusaha menyerukan dan mendorong untuk melakukan penanaman pohon, pemeliharaan hutan, program moratorium, perombakan struktural perundang-undangan perlindungan hutan, kita justru melupakan satu hal!! Yaitu tindakan yg g kalah egoisnya dengan gerombolan brutus pembawa truk dan gergaji mesin di hutan-hutan, yaitu pembuat bonsai!! Mengapa bonsai jadi masalah? Karena mereka yg mengklaim, bonsai adalah usaha menyelamatkan pemukiman dengan dampak menyegaran udara dan memperindah pemukiman, adalah salah+klise+naif+khayal!!! Bukankah tindakan pengeksploitasian mahluk hidup dengan mengabaikan dampaknya adalah egois?! Pohon sangat penting bagi mahluk hidup. Apakah kita masih bisa hidup dengan kondisi pohon-pohon yg penting bagi kehidupan menjadi serba “mungil”?! Ato ketika kadar udara bersih semakin berkurang karena ribuan pabrik dan limbah kendaraan yg semakin menggila tiap harinya dan kita memperburuk dengan mengecilkan pohon-pohon?! Di saat kita sedang berusaha mati-matian mengkampanyekan penyelamatan lingkungan, kita “malah ditikam dari belakang”!!! Masi nganggap isu ini terlalu berlebihan?! Bukankah merekayasa tumbuhan secara egois udah merupakan tindakan yg terlalu berlebihan?! Para ahli berpendapat bumi akan semakin bermasalah karena banyaknya ketidakseimbangan di alam dan kita masi berusaha merebut kehidupan pihak lain dengan mengkerdilkan pohon?!

*cheers_up*

distro udah g seperti dulu

Agustus 20th, 2008

Yap, distro udah g seperti dulu lagi. Distro yg dulunya jual kaos dgn limited stock per design sekarang dibuat secara massal. Misalnya dulu 1 desain dibuat 7 kaos saja, sekarang bisa puluhan!
Desainnya juga g orisinil lagi. Gw punya kenalan desainer salah satu label clothing ternama di jogja. Hasil desainnya dibuat dari ngambil gambar di internet, trus dimodif sedemikian rupa. Paling cuma nambahin logo ato tulisan label mereka. Sungguh menyedihkan. Itu namanya pembajakan kreativitas!!!
Bayangin… beli mahal, g taunya ketemu orang di jalan pake kaos sama ato gambar hampir sama cuma beda tulisan label aja… Bete kan?!

musik lw adalah lw!!!

Agustus 14th, 2008

Jenis musik yg kita sukai bisa nunjukkin seperti apa diri kita. Keras ato lembut ternyata ada hubungannya…

Musik Up-Beat
Musik kayak gini biasanya disukai oleh mereka yg memiliki tipe kepribadian extrovert. Soalnya, musik up-beat merefleksikan semangat dan kebebasan berekspresi!

Tapi, musik up-beat sering juga dinikmati oleh mereka yg nggak berasal dari tipe kepribadian tersebut, namun sedang dlm keadaan tertentu: lagi seneng ato justru lagi sedih. Pasalnya, musik up-beat bisa jadi alat untuk melepaskan emosi berlebih.

Musik Slow
Banyak yg duga kalo orang yg suka musik slow adalah orang yg cenderung tertutup dan rapuh. Penyuka musik-musik slow umumnya justru orang-orang yg struggle. Yg berpikiran dewasa dan berpembawaan tenang. Bisa mengatur emosi dan slalu mengutamakan pemikiran yg panjang sebelum melakukan sesuatu.

Musik Penuh Distorsi
Contohnya musik-musik metal gitu deh! Musik kaya gini sering banget disangkutin dengan orang-orang yg punya sifat keras kepala, destruktif, dll. Padahal, itu g 100% bener!

Orang yg menyukai musik yg penuh distorsi pada dasarnya adalah orang yg kreatif (PS: orang yg kreatif biasanya orang yg peka lho!). G puas dengan sesuatu yg standar, dan g suka dengan hal-hal yg monoton. Cuma aja, faktanya hasil dari sebuah kreativitas g selamanya slalu sejalan dengan mainstream. Nah, klo kebetulan g sejalan dengan mainstream, akhirnya langsung dicap rebel.

Klo kemudian musik yg penuh distorsi itu sekarang seolah dijadikan seperti sebuah identitas bagi mereka yg suka membangkang dan berbuat anarki, itu sebenernya imbas dari cap rebel tadi. Mereka yg berpikiran sempit merasa kalo rebel tuh keren. Lalu, karena pengen dianggap rebel, yg didengerin harus musik-musik kayak gitu.

Musik Etnik/ Klasik
Di satu sisi, mereka yg menyukai musik etnik/ klasik biasanya smart. Sebab, musik model gini g gampang buat dimengerti dan dinikmati. Trus, mereka juga umumnya memiliki filosofi tinggi dlm hidup (cieeee….). Punya perasaan yg halus bin sensitif, plus sangat santun dlm bersikap dan bertutur kata.

Pi, dlm soal pergaulan rada kurang! Abis, pola pikirnya agak konvensional sih. Dah gitu, lebih suka berjalan di jalan yg “aman-aman aja”. Bukan tipikal playfull. G berani nyeleneh, g berani buat gebrakan yg fenomenal.

Musik Bercengkok
Kira-kira kaya musik dangdut gitu. Orang yg suka banget ama musik bercengkok tuh kebanyakan orang yg easy going. G mau punya beban di kepalanya, g mw punya musuh, dan paling g seneng yg namanya diburu-buru. Semboyan hidupnya: love, peace, and let it flow aja.

*cheers_up*

musik indonesia kok gitu” aja?!

Agustus 13th, 2008

Yap, industri musik di negri ini amang lagi bergairah. Banyak band” baru lahir dan beberapa di antaranya berhasil menggoyahkan eksistensi band lain yg lebih dulu menawarkan dagangannya di pasar musik indonesia. Band” macam kangen band, st 12, dll menyeruak ke permukaan dengan menawarkan musikalitas pas”an, mengobral cinta, cengeng.
Yap… tema cinta, perselingkuhan emang digemari di negri ini. Kasarannya asal band lw bawain lagu yg begituan walopun musikalitas pas”an, kemungkinan besar bakal laku dijual.
Susah menembus pasar klo selera masyarakat udah terkonsep yg terkunci rapat dalam brangkas bernama cinta nan cengeng. Kami punya idealis dlm berkarya dan kami g mw bohongi diri hanya karena ngejar uang. Wlpn g munafik, kami butuh duit bwt nyambung hidup.
Dlm hal ini sulit dicari sebabnya kenapa hal ini terjadi…
- Selera masyarakat yg payah,
- Oknum produser label rekaman yg di matanya cuma liat duit,
Ampe kapan terus”an gini?!
Kasi warna baru donk… Kasi kesempatan punk, hardcore, industrial, underground, reagge, rocksteady, dll biar lebih bebas berkarya dan berekspresi.

*cheers_up*